Riset Keyword – Kunci Keefektifan SEO Anda

Permainan riset keyword telah berbeda semenjak beberapa tahun lalu. Pada awalnya, seorang pemilik situs dapat membanjiri halaman dengan keyword yang mereka inginkan berulang kali dan mendapatkan ranking yang bagus seketika. Praktik seperti itu sekarang akan menjerumuskan situs Anda dalam masalah.

Menghindari metode-metode yang manipulatif merupakan pendekatan yang sangat penting dewasa ini. Terutama jika Anda ingin mendapatkan hasil yang baik untuk jangka panjang dan tidak dikeluarkan dari indeks Google.

Perlu disadari juga bahwa ranking di hasil pencarian juga tergantung faktor eksternal. Konten yang paling populer akan memilik ranking yang lebih tinggi. Definisi popularitas itu sendiri tidak dijelaskan secara gamblang oleh Google, hanya dalam bentuk panduan dan garis besar saja. Begitupun, keyword memainkan peranan yang sangat penting.

Mengapa Riset Keyword?

Dalam Panduan Webmaster Google, disarankan agar pemilik situs (dan blog tentunya) menggunakan kata kunci yang benar. Dengan kata lain, konten Anda tidak hanya harus bermanfaat… tapi juga tertarget untuk keyword tertentu agar dapat ditemukan oleh pemirsa.

Mengutip dari panduan tersebut (telah diperbaharui), “Anda sebaiknya berpikir mengenai kata-kata yang diketikkan pengguna untuk menemukan halaman Anda, dan memastikan bahwa situs Anda menggunakan kata-kata tersebut di dalamnya.”

Halaman dan struktur situs secara keseluruhan membantu mesin pencari menentukan hubungan dan keterkaitan dari konten Anda. Umumnya, halaman beranda atau homepage merupakan inti, dan dioptimasi dengan keyword yang lebih luas.

Situs atau blog sebaiknya didesain dengan struktur sedalam 3 atau maksimum 4 tingkatan. Semakin dalam tingkatannya, semakin spesifik kata atau frase yang dipergunakan. Logikanya, kebanyakan dari pengunjung Anda akan masuk dari halaman beranda, kecuali mereka telah mengetahui apa yang mereka inginkan. Lalu dari sana mereka masuk sesuai dengan topik yang hendak ditelusuri.

Hirarki Riset Keyword

Anda mungkin dapat mengira beberapa keyword yang dipergunakan oleh pelanggan untuk menemukan informasi terkait ceruk pasar Anda. Tapi sekuat apapun Anda berusaha, akan ada yang tertinggal, karena…

“Anda Tidak Tahu Apa Yang Dipikirkan Pelanggan, Sampai Anda Menyaksikannya!”

Banyak blogger dan pemilik situs yang berasumsi mereka memahami kata kunci yang dipakai seorang pelanggan pada mesin pencari karena mereka adalah bagian dari pemirsa itu sendiri.

Jika Anda seorang ahli dalam suatu industri, pola berpikir ini bisa sangat berbahaya. Sebagai seorang ahli, apa yang Anda pergunakan untuk mencari informasi akan sangat berbeda dibanding kebanyakan pemula. Mungkin Anda akan menggunakan istilah-istilah teknis yang hanya dipahami oleh segelintir orang. Kebanyakan orang tidak menyadari proses yang telah mereka lalui dan berasumsi semua orang mengetahuinya.

Tujuan riset keyword ini adalah menemukan kenyataannya. Proses ini merupakan usaha yang tak ada hentinya, sebagai bagian dari usaha Anda membangun situs berkualitas. Anda mungkin terkejut jika tahu banyak pengunjung yang datang melalui kata kunci yang tak terduga. Anda bahkan tidak menyadari bahwa situs Anda berada di ranking yang bagus untuk keyword-keyword tersebut bila tidak menemukannya sendiri di program statistik seperti Awstats atau Google Analytics.

Intinya, kalau Anda mendesain konten situs berdasarkan pendapat Anda apa yang diinginkan pemirsa, kemungkinan besar sasarannya tidak akan mengena. Hasilnya tentu saja mereka tidak akan menemukan situs Anda, atau jika beruntung, Anda akan mendapatkan pengunjung yang jauh lebih kecil dari yang seharusnya.

Proses penemuan keyword dapat dibagi-bagi ke dalam langkah-langkah berikut:

1. Mencari Ilham atau Gagasan Keyword

Hanya pada langkah awal inilah Anda diizinkan sedikit kreatif. Memulai proses pemikiran tentang keyword yang mungkin dipakai pemirsa dalam sebagian kasus akan menghasilkan daftar keyword yang lebih lengkap. Ingat, alat bantu hanyalah perangkat lunak yang tidak memiliki kecerdasan manusia. Ia dapat memroses data tapi mungkin ada satu atau dua keyword penting yang hilang.

Anda dapat memulai dengan keyword yang generik. Bahkan kata-kata seperti “business” dapat diikutsertakan. Walaupun Anda tidak akan mengoptimasi halaman situs Anda untuk kata generik tersebut, langkah selanjutnya akan menggunakan keyword umum tersebut untuk menggali keyword yang lebih spesifik dan mendalam.

Sangat penting Anda melanjutkan terus, tidak peduli jika kata kunci tersebut hanya sedikit berhubungan dengan yang pemirsa Anda. Jika Anda menemukan jalan buntu, tanyakan kepada teman atau siapa saja yang merupakan prospek dari situs yang akan Anda bangun. Blog dan situs kompetitor adalah dua sumber daya yang tak ternilai harganya saat melakukan riset.

2. Periksa dan Perluas Dengan Alat Bantu Riset Keyword

Jasa dan alat bantu keyword tidak hanya menyediakan daftar keyword yang dipakai pemakai mesin pencari. Mereka juga memberikan data aktifitas secara geografis, bahasa, level kompetisi, estimasi harga keyword jika ingin membeli iklan pay per click, dan lain sebagainya.

Daftar kata yang dikembalikan terbagi dua: 1) keyword yang lebih spesifik dan 2) keyword terkait kata yang dimasukkan.

Dua dari alat bantu yang saya pakai sehari-hari untuk menemukan keyword adalah:

  • Free Keyword Tool dari WordTracker. Versi yang gratis tidak selengkap versi berbayar, tapi sumber data alat bantu yang satu ini berlainan dengan yang dimiliki Google.
  • Keyword Tool dari Google AdWords. Ada yang berpendapat data yang dihasilkan dari alat bantu ini lebih akurat, karena langsung dari Google. Situs ini telah mengalami perkembangan yang cukup berarti sehingga jauh lebih bermanfaat dari aslinya.

Anda dapat memasukkan URL suatu situs ke Google AdWords Keyword Tool untuk mendapatkan keyword yang relevan dengan situs tersebut. Pergunakan fungsi ini untuk memperbaiki daftar kata yang dihasilkan pada langkah pertama dan ulangi prosesnya.

Perhatikan juga level kompetisi setiap keyword. Ini akan mempengaruhi strategi dan pendekatan yang akan Anda pergunakan. Lebih lanjut pembahasannya di bawah.

3. Ketahuilah Kapan Harus Berhenti!

Seperti yang sudah disinggung, riset keyword adalah proses yang terus-menerus. Di lapangan, Anda akan menemukan beberapa keyword akan membawa banyak pengunjung ke situs Anda dibanding yang lain. Ada yang menemukan situs Anda dengan kata kunci yang tidak terduga. Atau konten yang Anda tawarkan mungkin harus diperbaiki agar lebih menarik dan tepat bagi pemirsa yang menemukannya.

Untuk ini Anda harus menggunakan program analitis web, seperti yang disebutkan di atas Awstats dan Google Analytics. Dengan data yang dikumpulkan, daftar keyword Anda dapat diperbaharui dan strategi selanjutnya dijalankan.

Dengan alasan ini pula, Anda tidak harus menghabiskan terlalu banyak waktu untuk daftar keyword pertama Anda. Jika sudah cukup lengkap dan mencakupi sebagian besar bidang yang akan dibahas dalam situs Anda, maka yang lain dapat menyusul.

Dibekali daftar keyword tersebut, Anda siap mendesain dan merencanakan arsitektur situs dan blog Anda. Cara mendesain arsitektur situs akan dibahas dalam artikel lain lagi, karena yang ini hanya tentang keyword. Untuk kelengkapan, izinkan saya memberikan sedikit gambaran.

4. Analisa Setiap Keyword

Perhatikan gambar struktur situs di bagian atas halaman ini. Istilah-istilah dengan frekuensi pencarian yang lebih tinggi cenderung lebih umum. Oleh sebab itu, posisinya ada di atas, menempati tingkatan pertama… yang biasanya berupa halaman beranda dari situs atau blog. Tingkatan kedua diisi dengan keyword yang merepresentasikan topik.

Sisanya, keyword-keyword yang jauh lebih spesifik diposisikan di tingkatan ketiga. Tempatkan setiap keyword di bawah topik yang berhubungan. Ini adalah pola yang tidak asing lagi bagi manusia, dan kebetulan pula akan sangat ramah bagi mesin pencari.

Ada baiknya ketika melakukan analisa di tahap ini, Anda mengumpulkan data eksternal mengenai keyword ini. Setidaknya, analisa konten dan jumlah link setiap halaman yang ada di halaman pertama hasil pencarian untuk keyword yang bersangkutan. Lakukan penelusuran satu per satu, terutama untuk keyword yang berada di tingkatan satu dan dua, walaupun Anda dapat melakukannya untuk semua keyword juga jika Anda mau.

Untuk kelengkapan, ada baiknya saya angkat juga topik mengenai tingkat kepadatan keyword dan posisi strategis keyword dalam konten.

Tingkat Kepadatan Keyword

Tingkat kepadatan keyword adalah persentase keyword yang bersangkutan dibandingkan kata-kata lain dalam konten di halaman yang sama. Pemilik situs web tidak perlu mengkuatirkan mengenai kepadatan keyword. Pada dasarnya, semakin panjang tulisan Anda, semakin tinggi frekuensi keyword utama dan sekunder yang akan muncul.

Cara terbaiknya adalah mengikutsertakan keyword-keyword tersebut, termasuk yang berhubungan jauh, secara alami ke dalam konten Anda. Jangan memaksa suatu kata kunci jika tidak pas. Cukup ketahui apa yang akan Anda pergunakan… keyword utama dan sekunder yang akan disisipkan ke konten halaman yang dioptimasi. Lalu biarkan semuanya masuk secara alami.

Yang lebih penting dari itu adalah kualitas konten dan kumpulan konten yang Anda miliki seputar topik tersebut di situs Anda. Mesin pencari cukup cerdas mengetahui topik yang dioptimasi pada halaman dan struktur situs yang baik akan menunjang kualitas situs Anda di mata Google.

Lokasi-Lokasi Strategis Untuk Keyword

Di samping konten, halaman situs memiliki struktur yang memberitahu web browser dan mesin pencari beberapa informastin mengenai dokumen tersebut. Informasi ini dipakai oleh Google demi berbagai keperluan. Ada manfaatnya bila Anda mengerti bagaimana memposisikan keyword secara strategies sehingga ditemukan mesin pencari.

Berikut ini beberapa lokasi yang dimaksud:

  • Tag judul (title). Ini ditampilkan di judul peramban web dan juga merupakan judul setiap entri yang ditemukan di hasil pencari.
  • Tag meta (deskripsi dan keyword). Meta description dan meta keywords bersifat opsional. Yang pertama mungkin akan dipakai sebagai deskripsi di hasil pencarian Google, sedangkan yang kedua tidak lagi dipakai karena penyalahgunaan yang parah di masa lalu.
  • Tag tajuk (h1, h2, dst.). Pergunakan tag-tag ini sebagai judul dan sub-judul, sesuai dengan hirarki.
  • Anchor text. Kata-kata yang digarisbawahi dalam sebuah link. Dipakai oleh mesin pencari untuk menentukan topik.
  • Atribute alt dalam gambar (tag img). Robot mesin pencari tidak dapat melihat gambar. Oleh karena itu, pergunakan atribute alt dalam tag gambar untuk mendeskripsikan konten dari gambar. Sisipkan kata kunci yang relevan, bila cocok.
  • Konten halaman. Satu strategi yang saya sukai ada piramid terbalik. Konten di atas lebih luas daripada yang di bawah. Semakin ke bawah, bahasannya semakin spesifik.
  • URL dari halaman. Jika software pembangun situs Anda tidak mendukung skema ini, jangan paksakan. Tapi bila memungkinkan, pergunakan keyword utama Anda di URL. Akan sedikit membantu untuk ranking, juga secara visual karena keyword yang pas dengan pencarian akan dicetak tebal.

Format teks tertentu seperti cetak tebal dan cetak miring juga berkontribusi untuk menekankah suatu keyword dalam halaman, tapi biarkan semuanya kelihatan alami.

Pergunakan panduan di atas untuk membangun situs yang tidak hanya relevan untuk pemirsa Anda, tapi juga memberikan pertanda kepada search engine mengenai apa yang Anda bangun.

Syarat & Ketentuan / Sangkalan Penghasilan / Kebijakan Privasi & Anti-Spam

Copyright ©2010-2018 Bejana.com. Hak cipta dilindungi Undang-Undang.

Log in with your credentials

Forgot your details?